Pembalajaran kontekstual menurut Johnson (dalam Nurhadi, Burhan Yasin dan Agus Gerrad Senduk, 2004), merupakan proses pendidikan yang bertujuan membantu peserta didik melihat makna dalam bahan pelajaran yang mereka pelajari dengan cara menghubungkannya dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari, yaitu dengan konteks lingkungan pribadinya, sosialnya, dan budayanya. Pembelajaran kontekstual ini disamakan dengan pembelajaran berdasarkan pengalaman (experiential learning), pendidikan dunia nyata (real world education), pembelajaran aktif (active learning), pembelajaran berpusat pada peserta didik (learner centered instruction), dan pembelajaran dalam konteks (learning in context). Pembelajaran kontekstual dirancang dengan tujuan untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar,disamping membekali peserta didik dengan pengetahuan yang secara fleksibel dapat diterapkan antar permasalahan dan antar konteks.
Untuk mencapai tujuan tersebut, CTL akan menuntun peserta didik untuk:
- Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections)
- Mengerjakan pekerjaan/kegiatan yang berarti (doing significant work)
- Mengatur cara belajar sendiri (self regulated learning)
- Bekerja bersama (collaborating)
- Berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thinking)
- Memelihara pribadi peserta didik (nurturing the individual)
- Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards)
- Menggunakan penilaian autentik (using authentic assessment)
Sign up here with your email

ConversionConversion EmoticonEmoticon