Permasalahan yang sering kali muncul saat ujian nasional adalah tahapan dalam menjawab soal yang diberikan. Dari tahun ketahun, untuk menjawab soal siswa dituntut untuk melingkari jawaban atau menghitamkan jawaban sampai benar-benar rata. Ini yang menjadikan konsentrasi siswa melemah dalam menyelesaiakan ujian. Bahkan, ada saja yang sampai malas membaca soal, gara-gara terlalu asik dengan lingkaran hitam tadi. Akibatnya, siswa lebih senang menyontek teman dari pada mengerjakan sendiri.
Hal semacam inilah yang melatar belakangi pelaksanaan ujian nasional berbasi komputer atau computer based test (CBT). Seperti yang telah diungkapkan pada laman kemendikbud, ujian nasional berbasis komputer untuk tahun ini hanya dilaksanakan pada sekolah percontohan. Percobaan pelaksanaan ujian pun mulai dilaksanakan. Seperti contohnya di SMA 1 Depok, pelaksanaan try out disambut baik oleh siswa yang akan melaksanakan ujian. Try out ini dimaksudkan untuk mensosialisasikan CBT kepada siswa sekaligus memantau kesiapan siswa dalam mengikuti ujian nasional. Hasilnya, banyak siswa yang merasa senang meskipun awalnya masih sedikit bingung.
“Awalnya saya sedikit bingung, tapi lama-lama jadi terbiasa. Jadinya asik, karena UN dengan komputer ini lebih ringan tidak perlu menghitamkan buletan lagi yang sangat menyita waktu,” ujar Febrian kepada kemendikbud.
Perlu diperhatikan bahwa, pelaksanaan ujian nasional dengan sistem computer based test (CBT) akan memunculkan masalah baru. Apabila keseriusan pemerintah untuk memperbaiki sistematika pendidikan di Indonesia tidak dijalankan dengan baik oleh pemerintah.
Sign up here with your email

ConversionConversion EmoticonEmoticon